Menasihati Diri Sendiri

Bagaimana bisa orang yang tidak pintar menasihati orang lain supaya rajin belajar, sementara dia sendiri sangat malas. Nasihat tanpa contoh hanya akan jadi omong kosong. Istilah orang Jawa bilang; jarkoni (ngajar tapi ora ngelakoni). Sebaik-baik nasihat adalah perilaku, sebisa mungkin menasihati diikuti dengan contoh. Walau begitu Islam juga mengajarkan “Undzur ma qola wa la tandzur man qola”, siapapun orangnya selama yang disampaikan adalah benar nasihat pasti ada manfaatnya. Tapi nyatanya kita memang susah menerima nasihat dari orang yang belum tentu lebih baik. Ada orang yang kehidupannya dipenuhi banyak masalah, tak pernah punya solusi untuk masalah sendiri tapi selalu bisa memotivasi orang lain agar bisa menyelesaikan masalah. Siapa yang tau kalau Mario Teguh sedang punya masalah? Menasihati diri sendiri memang tidak semudah memberi nasihat untuk orang lain.

Harusnya kita sadar kalau manusia terlahir sebagai makhluk sosial, kita memang saling membutuhkan satu sama lain. Bagaimana kalau ternyata masalah yang dihadapi orang pintar solusinya ada pada orang bodoh. Jangan nunggu dapat predikat motivator, baru mau memotivasi. Jangan nunggu dipanggil ustad, baru mau berdakwah. Kalau merasa minder karena takut diri sendiri belum bisa, yang ada kita tidak akan memulai, anggap saja itu juga nasihat untuk diri sendiri. Andai pun nasihat dari diri sendiri bahkan tidak bisa kita jalankan, setidaknya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Sekarang ini banyak orang sok bijak di media sosial—barangkali kita di antaranya, jangan lantas berpikir kalau dia belum tentu lebih baik, mungkin itu bentuk tamparan untuk dirinya dahulu. Atau sebagai pengingat diri sendiri, supaya malu kalau suatu saat lupa, melanggar apa yang dia ingatkan kepada banyak orang. Jadi jangan terlalu heran kalau ada orang terlihat alim padahal kelakuannya bejat. Kemungkinan ada dua; mungkin saja khilaf, atau bisa juga karena pencitraan.

Maaf, pikiran sedang gaduh.

Advertisements

13 thoughts on “Menasihati Diri Sendiri

  1. Bener itu mas..sabar disayang Allah..krn sesungguhnya kehidupan ini adalah ujian kesabaran dan kenikmatan sementara 🙂

  2. hahaa iya
    temen2 ku beberapa ada yang update socmed nya kayak mario teguh semua wkwkwk

    Tapi yaa, semoga itu sekedar reminder buat dirinya sendiri dan orang lain juga

    P.S.
    Pak Mario Teguh juga punya masalah

    Kepalanya sepi rambut

    *ups*

    :)))

  3. Mantap. Bikin tulisan tentang nasihan buat dibaca diri sendiri biar lebih ngena. 😀
    Gue suka yang bagian ini: Ibu mengajarkan satu hal: Kalau sakit hati, tahan. Kalau perlu menangis, menangis. Tapi jangan lupa, do’a menenangkan hati.

    Nggak ada salahnya juga cowok menangis, kan. Tandanya masih punya perasaan. :))

  4. Menurutku, hidup itu harus saling sehat-menasehati. Tak apa bila kita belum tentu lebih baik dari orang yang kita nasehati, karena manusia pada umumnya lebih mudah melihat keburukan orang lain daripada melihat keburukannya sendiri. Jadi, mengapa tidak dimanfaatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s