Yuk Peduli!

Yuk-Peduli
*tos dulu*

Pagi tadi, saat gue sedang gowes-gowes menikmati waktu libur minggu, tampak beberapa bapak, ibu, dan anak sedang memunguti sampah di tepi jalan dan taman. Beberapa anak tampak saling balapan mengambil sampah dulu-duluan. Ketika ada yang mendapatkan sampah duluan dia tertawa senang. Bukan, mereka bukan keluarga pemulung atau bukan pula keluarga petugas kebersihan. Mereka adalah warga kampung sebelah yang sedang bekerja bakti membersihkan sampah di lingkungan mereka.

Karena penasaran, gue pun bertanya kepada salah satu anak muda yang ada di situ, “Maaf, mas, kalau boleh tau dalam rangka apa nih warga ramai-ramai bersihin sampah.. kok tumben-tumbenan?” pertanyaan yang sedikit kurangajar memang.ย Dengan tegasnya dia menjawab “Kalau lingkungan bersih dan nyaman, kita kan senang juga. Kan kami yang tinggal di sini, bukan orang lain,” jawaban yang membuat gue seketika malu, karena sering buang sampah sembarangan. Nggak sering sih, kadang-kadang.

Yap, emang betul banget jawaban si Mas tadi. Siapa lagi yang akan peduli dengan sekitar kita kalau bukan kita sendiri. Dan kepedulian itu memang harus dimulai dari yang kecil, misalnya buang sampah ke tempatnya, menyingkirkan paku, batu, atau benda lain yang bisa membahayakan pengguna jalan, mau antri juga salah satu bentuk peduli, dan sebagainya. Gampang kok buat peduli lingkungan, walau dari hal yang kecil. Contoh nih, semisal kita abis minum air mineral, buang botolnya jangan sembarangan. Buanglah pada tempatnya. Kalau enggak ada tempat sampah, simpan aja dulu di kantong atau tas. Bagusnya lagi sih bawa pulang, dibuat kerajinan. Haha bagus tuh, kreatif.

Kepedulian yang kecil ini sebenernya juga cikal-bakal peduli terhadap Bangsa dan Negara kita, lho. Coba bayangin deh, kalau seluruh penduduk Indonesia nggak membuang bungkus permen ke tempatnya, kemungkinan akan ada sekitar ratusan juta sampah bungkus permen! Bakal jadi masalah bukan?

Nah, karena itu yuk kita peduli dari hal yang kecil dulu, yuk!!

Advertisements

44 thoughts on “Yuk Peduli!

  1. Betul, untuk ngelakuin suatu hal itu ya dari yang kecil dulu.
    Sama halnya kayak peduli, kecil (anggap saja kita sendirian), besar (artinya orang banyak sudah peduli).

  2. Betul, lakukanlah dari hal yang terkecil dahulu.
    Sama halnya kayak peduli, kecil (anggap saja diri kita sendiri yang peduli), besar (artinya orang banyak sudah pada peduli).

  3. Emang bener sih.. kebanyakan gitu. KAyak gue sering buang sampah sembarangan, walaupun gak sampe buang eek sembarangan..mulai sekarang, gue akan buang sampah pada tempatnya. Gue akan jadi cowok baik.

  4. Sebelumnya salam kenal dulu ya.
    Baru pertama main kesini.

    Harusnya pesan “Buanglah Sampah Di Tempatnya” diganti “Buanglah Sampah Di Tempat Sampah”
    Orang Indonesia selalu gagal memahami kalimat. Kalau buang ditempatnya, dimana kita bawa sampah ya disitulah kita akan membuangnya. Gak harus nyari tempat sampah dulu.

  5. ini nih. kesadaran bergotong royong udah memudar di masyarakat kita. padahal itu ciri indonesia. masalah sampah ini kayaknya bakal jadi masalah abadi ya

  6. Salam kunjungan Perdana Mas Firman.. sambil blogwalking
    Saya ikut Peduli dengan masalah yang ada di insdonesia
    Misalnya tentang sampah. kepedulian harus dimulai
    Pada diri sendiri dengan niat dan keyakinan menjadi orang
    Yang Peduli dengan lingkungan ya Mas. menarik post nya
    Kita saling follow blog juga G+ Yu Mas agar silaturrahim
    Antar blog lebih nyaman 8salam santun dan hormat selalu
    Buat Mas Firman yang baik hati dan keren segalanya ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s