Kumpul Bersama Anak Merdeka

kotidulas-312

Setelah lama tak berjumpa dengan teman satu angkatan di Pondok Pesantren Darul Mujahadah, akhirnya Sabtu 2 Agustus 2014 kemarin kesempatan itu ada, gue bisa kumpul lagi bareng anak-anak merdeka. Ya, gue nyebutnya anak merdeka, karena setelah kita berjuang menuntut ilmu serta menghadapi kerasnya kehidupan di Pesantren bertahun-tahun akhirnya lulus juga. Walau sebagian masih ada yang tinggal di Pesantren, mungkin masih ingin memperdalam ilmu agama, atau bahkan masih ingin ngerasain sakitnya dipukul pakai rotan. Enggak, pondok pesantren kami nggak kejem, itu semua juga bentuk pembelajaran kok. Gue aja sayang banget sama pondok gue itu, buktinya gue bisa bertahan di situ sampai lulus *benerin kerah*.

Masih mau lanjut baca?

Oke, kembali ke topik pembicaraan. Katakanlah kemarin itu semacam reoni kecil-kecilan. Lho, reoni kok kecil-kecilan? Nah, itu dia.. berhubung acaranya agak dadakan, jadi cuma sempat mengkontak teman-teman yang tinggalnya gak jauh dari lokasi untuk kumpul. Gak semua angkatan Kotidulas (komplotan 312 - sebutan untuk angkatan kami) ikut kumpul dalam reoni kecil-kecilan itu, karena teman-teman angkatan 312 menyebar di seluruh pelosok dunia. Ada yang tinggal di kutub utara, kutub selatan, bahkan planet namek. Nggak deng, bercanda, lagian lu percaya aja. Emang sih, tempat tinggal kita semua berjauhan, yang paling jauh ada yang berdomisili di Palembang. Dia nggak ikut reonian, selain karena alasan jauh, katanya “ngapain reonian, ntar juga di padang mahsyar kita dikumpulkan jadi satu”. Soak ya. Emang dia anaknya agak sedikit gila, karena itu gue temenan sama dia cuma sampe 3 tahun, selebihnya pacaran saudaraan, senenek moyang.

Ini semua berawal dari chat gue di fesbuk dengan salah satu teman, Reza namanya, padahal sebenarnya gue nggak punya inisiatif buat kumpul-kumpul. Awalnya gue cuma bercanda kirim pesan “Yuk kumpul!”, eh nggak taunya dia langsung ngasih kabar ke semua teman-teman mau ada reoni kecil-kecilan. Paling kalau reoni cuma jalan-jalan, lagian gue kan orangnya nggak suka jalan-jalan, tapi kalau ada yang ngajakin jalan ya ayo! Hehe, dasar jomblo.

Atas kemauan bersama, akhirnya dijadwalkan kami berkumpul di salah satu Mall. Yaelah, kumpul-kumpul di Mall udah kek nak alay. Sebenernya kami sepakat untuk dateng ke lokasi pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB. Tapi karena gue orangnya rajin, gue berangkat telat. Alamak! Sebab pikir gue ke Mall pagi-pagi banget mau ngapain? Mau bukain atau bersih-bersih Mall dulu? Tadinya gue mau berangkat siang-siangan aja, tapi ternyata gue ketiduran di rumah dan baru sampai lokasi pukul 03.00 WIB. Buseeett, telat 5 jam. Hehehe sorry ya gaes. Berhubung temen gue baik-baik, gue tetap disambut ramah walau datang terlambat. Sampai di tempat lokasi kumpul, gue langsung mengawali dengan berjabat tangan dan bertanya kabar, pertemuan sore itu sangat akrab. Suasana santai tanpa formalitas menambah keseruan reoni kecil-kecilan itu, karena kami hanya datang seorang diri tanpa mengajak pasangan masing-masing (emang lu punya pasangan, Man?). Di sela-sela perbincangan yang hangat, candaan penuh keriangan, celetukan lucu bahkan kekonyolan khas kami membuat suasana tambah segar dan penuh tawa. Ngobrol ngalor-ngidul, seolah waktu itu nggak cukup untuk bahas apa aja yang telah terjadi setelah kami lulus.

Pertemuan kami saat itu semata hanya ingin menyambung tali silaturahmi yang sempat putus, yang juga kebetulan masih dalam suasana Lebaran, jadi bisa dibilang sekaligus halal bi halal. Setelah bertahun-tahun berpisah kini kami bisa berjumpa kembali. Semoga dengan terjadinya kembali silaturahmi ini akan menambah erat rasa persaudaraan Alumni Kotidulas. Oleh karena itu pada momen ini kami juga merencanakan untuk mengadakan reuni kembali dengan mengundang semua teman satu angkatan. InsyaAllah acaranya bisa terlaksana dan bakal jadi reoni besar-besaran. Hehe, besar-besaran. Semoga saja ya.

Setelah lama berkumpul ria, walau sebenarnya masih belum puas ngobrol-ngobrol dan bernostalgila. Pertemuan kita diakhiri dengan acara makan-makan. Karena takut dimarahin mamah masing-masing, akhirnya kita pulang sekitar pukul 5 sore. Kami pun pulang dengan kendaraan sendiri-sendiri, masih pakai motor sih, tapi 10 tahun yang akan datang pasti kami bisa kumpul-kumpul lagi dengan kendaraan yang lebih mewah tanpa kepanasan ataupun kehujanan. Aamiin.

Tulisan ini sebenernya mau gue share di grup facebook, tapi kayaknya lebih asik kalau gue posting di blog pribadi aja, lagian ini cuma sekedar cerita. Sekaligus untuk memperkenalkan blog gue ini ke kalian.

Kayaknya cuma ini yang bisa gue catat dari pertemuan singkat kita kemaren, kurang lebihnya mohon maaf kita temenan aja. Salam dari teman baik kalian, Firman Pamungkas. 🙂

Advertisements

One thought on “Kumpul Bersama Anak Merdeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s